KTB Gelar Tahap II & Fuso Learning & Inspiring & # 39;

Tim dari FUSO mengajar di sekolah

Distributor Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) kendaraan komersial Mitsubishi Fuso di Indonesia mengadakan & # 39; Pembelajaran dan Inspirasi FUSO & # 39; Program yang bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam persiapan memasuki dunia kerja bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kegiatan ini melibatkan karyawan muda KTB sebagai sukarelawan untuk berbagi pengalaman tentang cara bekerja di industri otomotif dan menyediakan materi soft skill secara interaktif kepada siswa.

The & # 39; FUSO Learning & Inspiring & # 39; Program ini adalah salah satu pengembangan dari Program Pendidikan Kejuruan FUSO (FUSO-VEP) di mana dalam kegiatan ini KTB menyumbangkan truk Colt Diesel untuk mendukung kegiatan praktis di sekolah, kemudian KTB secara teratur memberikan pelatihan dasar otomotif bersertifikat kepada para guru dan siswa kejuruan.

Tahun ini FUSO Belajar dan Menginspirasi & # 39; Program ini merupakan kelanjutan dari fase pertama yang sebelumnya dihadiri oleh 300 siswa di lima kota besar yaitu Medan, Palembang, Banjarbaru, Makassar, dan Metro Lampung selama periode Oktober hingga November 2018.

Sebagai lokasi kesepuluh dari fase kedua program, KTB kembali menebar antusiasme dan inspirasi kepada siswa Sekolah Kejuruan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) di SMK Negeri 5 – Solo, Jumat (22/2). Kegiatan ini juga untuk melengkapi rangkaian pelatihan dasar mobil untuk siswa yang telah diadakan selama empat hari sebelumnya, mulai dari Senin (18/2) hingga Kamis (21/2).

Presiden Direktur KTB, Atsushi Kurita mengatakan, "Program CSR ini merupakan kontribusi KTB yang bertujuan untuk memajukan industri otomotif Indonesia melalui sektor pendidikan. KTB menganggap bahwa kemajuan dapat didorong melalui peningkatan kualitas pendidikan, sehingga daya saing tinggi siswa diharapkan lahir yang dapat diserap oleh pemain industri ".

Lebih lanjut, disampaikan bahwa KTB ingin membangun motivasi bagi siswa bahwa Sekolah Menengah Kejuruan memiliki daya saing yang unggul dalam bentuk ilmu praktis dan teknis yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja. "Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan keahlian siswa kejuruan, sehingga mereka siap memasuki dunia kerja," tambah Kurita.

KTB berharap program ini dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia pendidikan generasi muda Indonesia, khususnya siswa sekolah menengah kejuruan yang diharapkan memiliki daya saing tinggi ketika memasuki dunia kerja dan industri. (NOER)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *